DESIGN THINKING?!

Pada hari Senin tanggal 21 Maret 2011, kelas creativity and innovation kedatangan guest Lecture spesial, seorang ahli dibidang visual dan kreatif lulusan fakultas seni rupa dan desain Instut Teknologi Bandung yaitu mas Adi Panuntun. Mas Adi Panuntun merupakan salah satu produser dari film cin(T)a yang dibuat oleh Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, dan dia juga merupakan owner dari perusahaan visual 9 matahari.  Dalam kuliah tersebut kami diberi kesempatan untuk membuka pikiran dan kreativitas kami.

Apakah yang dimaksud dengan Design Thinking??

Design Thinking awalnya sangat popular di sekolah desain, awalnya dipakai hanya untuk mengambil keputusan tetapi akhir-akhir ini pendekatan design thinking mulai masuk ke sekolah bisnis. Saat ini para pemimpin perusahaan dan manajer tengah haus akan inovasi, kondisi pasar yang semakin kompetitif, tuntutan kepentingan yang semakin menyusahkan bagi aktivitas perusahaan, serta berbagai hal lainnya menuntut para eksekutif untuk berpikir out of the box.

Dengan berfikir out of the box, para pimpinan perusahaan dan manajer akan dituntut untuk berfikir tentang menemukan cara yang ampuh untuk produk, jasa, proses, bahkan strategi bagi perusahaan dengan lebih kreatif. Saya ambil sebagai contoh, APPLE yang kini menguasai dunia melalui produk-produknya yang innovatif dan juga stylish, disamping produknya yang berbeda dengan produk lainnya, sosok seorang CEO yang menganut paham design thinking membantu Apple untuk mencapai hasil yang maksimal seperti sekarang ini.

Mas Adi Panuntun Mengambil contoh simpel, Teh Botol Sosro, salah satu merek Teh terkemuka di Indonesia yang didirikan oleh SOSRODJOJO. Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah.

Tahun 1953, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke ibukota Jakarta untuk memperkenalkan produk Teh Cap Botol yang sudah sangat terkenal di daerah Jawa Tengah.

Perjalanan memperkenalkan produk Teh Cap Botol ini dimulai dengan melakukan strategi CICIP RASA (product sampling) ke beberapa pasar di kota Jakarta.

Awalnya, datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh tersebut dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Tetapi cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu.

Cara kedua, teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci besar untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar. Hal ini disebabkan pada saat tersebut jalanan di kota Jakarta masih berlubang dan belum sebagus sekarang.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor, dikemas kedalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya.

Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT SINAR SOSRO yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia.

Hubungan Apel dengan Spidol?

Ini merupakan pertanyaan yang diajukan mas Adi Panuntun kepada semua peserta kelas. Saya sendiri sempat kebingungan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mas Adi tersebut.

Setelah saya pikir dengan out of the box dan akhirnya saya mendapatkan kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan.

Apel sangat bisa dikaitkan dengan salah satu  brand yang telah saya sebutkan di atas yaitu Apple inc. Apple merupakan perusahaan yang inovatif dan terkenal dengan produk-produknya yang sangat stylish dan kreatif. sedangkan spidol adalah salah satu alat tulis yang memiliki banyak variasi warna.

Menurut saya hubungan antara apple sebagai perusahaan yang kreatif dan spidol mejadi salah satu landasan untuk design thingking untuk perusahaan tersebut menciptakan produk-produk yang membuat konsumennya dapat menggambar dengan tangannya sendiri di atas itouch dan ipadnya

Market Retail Masa Depan

Hal yang harus kita lakukan di masa yang akan datang dalam menghadapi market retail menurut saya ada 2 hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Inovasi

Inovasi dari tiap produk yang dimiliki oleh tiap perusahaan adalah hal yang terpenting untuk penetrasi kedalam pasar dimasa yang akan datang. kreativitas yang ada dalam tiap-tiap individu di dalam sebuah perusahaan menjadikan inovasi yang dibutuhkan dalam perusahaan untuk menghasilkan sebua produk yang luar biasa.

2. New Market

Melakukan penetrasi di market yang baru untuk membentuk sebuah target market yang baru dan konsumen yang baru menjadi solusi alternatif yang sangat ekstrim untuk  sebuah perusahaan dalam menghadapi tantangan market di masa yang akan datang. Meskipun susah untuk memasuki sebuah pasar yang baru tetapi usaha yang lebih untuk masuk kedalam sebuah pasar dan target market yang baru.

sekian ulasan dari saya. Terima kasih.

About dienlesmana

i'm a n undergraduated student from the School of Business and Management Institute Technology of Bandung.

Posted on May 11, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: